Jumat, Mei 30, 2014

Do'a Masyhur di Bulan Rajab & Sya'ban



Tanpa terasa, insya Allah sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan agung yang amat dinanti dan dirindukan. Bagaimana tidak dinanti kalau bulan ini memiliki berbagai keutamaan ? Bagaimana tidak dirindukan kalau di dalam bulan ini terdapat ganjaran dan pahala yang melimpah ?

Ummat Islampun bersiap menyambut kedatangannya. Mulai dari persiapan fisik, ruh (mental), dan juga maal (harta). Ya, karena bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah wajibkan bagi ummat Islam untuk melaksanakan shiyam (puasa). Dan shiyam tentunya memerlukan fisik dan ruh yang kuat untuk itu. Sedangkan maal adalah pendukung bagi sempurnanya shiyam tersebut, karena dengan maal yang dimiliki akan memudahkan kita dalam beramal jaariyah, infaq maupun sedekah.



Ada satu hal yang biasanya pula dilakukan oleh ummat Islam menjelang bulan Ramadhan, yakni berdo'a. Salah satunya adalah do'a yang masyhur berikut ini :
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan"

Do'a di atas sebenarnya berasal dari Anas bin Malik. Selengkapnya lebih kurang seperti ini :

"Dari Anas bin Malik, bersabda rasulullah SAW  : 'Jika masuk bulan Rajab, beliau SAW berdo'a "Allahumma baariklana fii Rajaba wa Sya'ban wa baariklana fii Ramadhan." (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.)"
(HR Ahmad, No. 2346. Ath Thabrani, Al Mu'jam Al Awsath, No. 4086, dengan teks agak berbeda yakni "wa balighna fii Ramadhan.". Al Baihaqi, Syu'abul Iman, No. 3654).

Dalam sanad hadits di atas, terdapat Zaidah bin Abi Ruqad dan Ziyad an Numairi.

Imam Bukhari berkata tentang Zaidah bin Abi Ruqad : "Munkarul hadits" (haditsnya munkar). (Imam Al Haitsami, Majma' az Zawaid, Juz 2, hal 165. Darul Kutub Al 'Ilmiyah).
Imam An-Nasa'i berkata : "Aku tidak tahu siapa dia".

Imam Adz Dzahabi sendiri mengatakan "Dha'if". Sedangkan tentang Ziyad An Numairi, beliau berkata : "Ziyad dha'if juga". (Imam Adz Zahabi, Mizanul I'tidal, Juz 2 hal. 65).

Imam Abu Daud berkata tentang Zaidah bin Abi Ruqad : "Aku tidak mengenal haditsnya". Sementara Imam An Nasa'i dalam kitabnya yang lain, Adh Dhu'afa mengatakan : "Munkarul hadits". Sedangkan dalam Al Kuna, dia berkata : "Tidak bisa dipercaya".

Abu Ahmad Al Hakim mengatakan : "Haditnsya tidak kokoh". (Imam Ibnu Hajar, Tadzhibut Tahzib, Juz 3 hal. 305).

Imam Al Haitsami berkata tentang Ziyad bin Numairi : "Dia dha'if menurut jumhur (mayoritas ahli hadits)". (Majma'az Zawaid, juz 10 hal. 388. Darul Kutub Al 'Ilmiyah).
Imam Ibnu Hibban mengatakan bahwa penduduk Bashrah meriwayatkan dari Ziyad hadits-hadits munkar. Imam Yahya bin Ma'in meninggalkan hadits-haditsnya, dan tidak menjadikannya sebagai hujjah (dalil). Imam Yahya bin Ma'in juga berkata tentang Ziyad : "Tidak ada apa-apanya". (Imam Ibnu Hibban, Al Majruhin, Juz 1 hal. 306).

Sementara dalam Al Jarh wat Ta'dil, Imam Yahya bin Ma'in mengatakan "Dha'if". (Imam Abu Hatim ar Razi, Al Jarh wa Ta'dil, Juz 3 hal. 536).

Syaikh Al Albany mendha'ifkan hadits ini (Misykah Al Mashabih, Juz 1 hal. 306, no. 1369. Lihat juga Dhaiful Jami' No. 4395), begitu juga Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan ; "Isnaduhu dha'if (sanadnya  lemah). (Lihat Musnad Ahmad No. 2346. Musasah Ar Risalah).
Menilik semua penjelasan di atas, ternyata hadits yang sudah masyhur tersebut ternyata dh'aif (lemah).

Namun menurut Ust. Farid Nu'man, jika do'a ini dibaca tanpa menyandarkan kepada Rasulullah SAW, tidak mengangapnya sebagai ucapan Nabi dan hanya 'meminjam' redaksinya, maka hal itu tidak mengapa. Sebab berdo'a walaupun dengan bahasa dan redaksi kalimat yang dibuat sendiri adalah tidak mengapa. Yang penting kita mengetahui bahwa sesungguhnya do'a ini bukan berasal dari Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam.


(Sumber : Ust. Farid Nu'man "Validitas Hadits Do'a di Bulan Rajab" - Al Intima' Mei 2014)











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Boleh donk kasih komentarnya ...

Terima kasih.