Dzikir artinya mengingat Allah di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah. Zikir adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalilnya adalah :
"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya." [QS Al Ahzab 33:41]
Dzikir adalah ketenangan sekaligus cahaya yang meronakan hati. Memperbanyak berdzikir kepada Allah adalah juga benteng seorang muslim dari sifat munafik. Termasuk ciri-ciri orang munafik adalah menyedikitkan berdzikir. Allah berfirman tentang orang-orang munafik :
“Mereka tidak berdzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit.”[ QS An-Nisa’: 142]
Oleh karena itu, di bagian akhir surat Al-Munafiqun, Allah mengungkapkan:
” Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”[ QS Al-Munafiqun: 9]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah mengomentari ayat di atas dengan bertutur: “dalam ayat ini terdapat peringatan dari fitnah-fitnah orang munafik yang lalai dari berdzikir. Mereka terjebak dalam kemunafikan.”[ Fiqh al-Ad’iyyah wal Adzkar, hal 24]
FADHILAH DZIKIR
Banyak sekali fadhilah zikir sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an maupun Hadits, antara lain :
1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok dzikir (Kelompok orang yang berdzikir atau majelis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)
3. “Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
4. “Rasulullah SAW menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat).” (HR. Muslim)
5. “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6. “Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur'an dan dzikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan.” (HR. Ad-Dailami)
7. “Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, "Ya." Nabi SAW berkata,"Dzikrullah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
8. Menang pacuan "Almufarridun". Para sahabat bertanya, "Apa Almufarridun itu?" Nabi Saw menjawab, "Laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah." (HR. Muslim)
Penjelasan:
Almufarid ialah orang yang gemar zikrullah dan selalu mengamalkannya dan tidak peduli apa yang dikatakan atau diperbuat orang terhadapnya.
9. Seorang sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan." Nabi Saw berkata, "Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah)." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
10. Sebaik-baik dzikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu Ya'la)
Penjelasan:
Rezeki yang secukupnya artinya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.
11. “Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis dzikir (majelis taklim)?" Nabi SAW menjawab, "Keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis dzikir (majelis taklim) ialah surga." (HR. Ahmad)
12. “Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada dzikrullah.” (HR. Ahmad)
MACAM-MACAM DZIKIR
Dalam Al Qur’an dan Hadits banyak sekali contoh-contoh dzikir, antara lain :
1. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa membaca pada wakm pagi dan sore: Qulid- ul-laha awid 'ur-rahman... sampai akhir surat, hatinya tidak akan mati pada hari itu dan juga tidak pada malam itu." (Dikeluarkan oleh ad-Dailami dalam Musnad Al Firdaus)
2. Dari Abu Umamah r.a. dari Nabi saw. ia berkata: "Barangsiapa membaca akhir surat al-Hasyr, malam dan siang, kemudian ia mati pada hari atau malam itu, maka Allah akan menjamin baginya
syurga. " (H.R. Baihaqi)
3. “Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat : "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim" (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung).” (HR. Bukhari)
4. Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya "Laailaha illallah". Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan "Alhamdulillah", jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan "Astaghfirullah" dan jika ditimpa musibah dia berkata "Inna lillahi wainna ilaihi roji'uun." (HR. Ad-Dailami)
5. Di antara ucapan tasbih Rasulullah SAW ialah : "Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati." (HR. Ad-Dailami)
6. “Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, "Ya." Nabi berkata, "Laa haula wala Quwwata illa billah." (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)." (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)
7. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: “Bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membaca: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, Yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian serta Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu", setiap hari sebanyak seratus kali, maka dia akan mendapat pahala yang sama besarnya dengan membebaskan sepuluh orang budak dan akan dicatat untuknya seratus kebajikan serta dihapus darinya seratus keburukan. Baginya hal itu adalah satu perlindungan dari setan mulai dari pagi hari sampai sore. Tidak ada seorang pun yang lebih utama dari orang yang melakukan hal itu kecuali orang yang lebih banyak dari itu. Barang siapa yang membaca: "Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya", sebanyak seratus kali setiap hari, maka akan terhapuslah semua dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di lautan.” (Shahih Muslim No.4857)
8. Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari ra. : “Dari Nabi SAW., beliau bersabda : “Barang siapa yang membaca: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, Yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu", sebanyak sepuluh kali, maka dia laksana orang yang telah memerdekakan empat orang budak dari putra Ismail.” (Shahih Muslim No.4859)
Sumber : 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
===========================================================================
Mari banyak berdzikir, agar kita beruntung.
Memperkenalkan “Tally Counter” – Tasbih electronic untuk mempermudah Anda berdzikir.
Kunjungi : Tally Counter - Tasbih Electronic
===========================================================================
Bismillahirrahmanirrahiim...,
Blog ini didedikasikan bagi mereka yang ingin merubah hidupnya ; minaz-zulumati ilan-nur, dari sedih menjadi gembira, dari pesimis menjadi optimis.
Selamat Datang Perubahan
"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
(QS Ar Ra'du 13 : 11)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Boleh donk kasih komentarnya ...
Terima kasih.