By: Lailatus Sifa
Dalam lingkungan kerja, terdapat stress atau
yang dikenal dengan ketegangan yang dialami oleh individu yang dapat
menggangu kualitas kerja, fokus atau konsentrasi kerja dalam melakukan
suatu pekerjaan. Munculnya ketegangan tersebut pada dasarnya dipengaruhi
oleh tiga factor, yakni faktor lingkungan, faktor organisasi, dan
faktor individu.
Pertama, faktor lingkungan yang biasanya terjadi
pada para karyawan ialah kemajuan teknologi. Kenapa kemajuan teknologi
bias menjadi pemicu stress? Yap, contohnya untuk karyawan hotel yang
harus menggunakan alat-alat canggih dengan teknologi yang super modern.
Nah, kondisi seperti ini dapat memicu stress. Karena karyawan harus
mempelajari dari awal dan menyesuaikan diri dengan itu.
Kedua,
faktor organisasi yang selalu terjadi dan tidak bisa dihindari ialah
tuntutan tugas. Ketika seseorang dituntut untuk menyelesaikan tuganya
secara baik dan benar, nah didalam situasi itulah stress datang.
Ketiga,
faktor individu. Biasanya ini masalah rumah yang dibawa ketempat kerja.
Entah itu masalah ekonomi atau masalah keluarga lainnya yang terbawa
ketempat kerja dan menghambat kerja kalian para karyawan.
Dalam
mengatasi stress dalam kerja tersebut, sebenarnya banyak cara. Kalian
sebagai seorang karyawan bisa mengatasi masalah tersebut atau yang
sering disebut sebagai coping stress.
Coping atau
kemampuan mengatasi masalah ialah proses yang digunakan oleh seseorang
untuk menangani tuntutan yang menimbulkan stres. Banyak sekali cara yang
dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan stress. Ya contohnya untuk
di beberapa Negara bagian barat dan asia, para eksekutif, pedagang,
sekretaris dan ibu rumah tangga berdatangan mengikuti pusat kesegaran
jasmani, latihan yoga, latihan meditasi, dan kelompok psikoterapi.
Namun,
ada dua jenis coping yang biasanya dilakukan oleh seseorang. Yaitu :
pertama coping yang dilakukan apabila menghadapi masalah atau stres
yaitu strategi coping yang berfokus pada masalah dan yang kedua strategi
coping yang berfokus pada emosi.
Strategi coping berfokus
masalah merupakan proses seseorang untuk dapat memfokuskan pada masalah
atau situasi spesifik yang telah terjadi, sambil mencoba menemukan cara
untuk mengubahnya atau menghindarinya di kemudian hari. Menurut Lazarus
dan Folkman, problem focused coping, digunakan untuk mengurangi
stressor, contohnya kayak kalian mempelajari cara-cara baru atau kalian
membuat suatu keterampilan baru.
Untuk strategi yang berfokus
pada emosi biasanya seseorang berfokus menghilangkan emosi yang
berhubungan dengan situasi stress, walaupun situasinya juga tidak akan
dapat diubah. Contohnya seperti mengatur respon emosional terhadap
stress atau biasanya kalau kalian mencari dukungan emosional dari teman,
itu adalah salah satu contoh dari strategi berfokus pada emosi.
Bentuk-bentuk
perilaku coping yang berfokus pada emosi ialah usaha individu untuk
meningkatkan aktivitas keagamaan, pemahaman kembali secara positif atau
melihat permasalahan dari segi yang lebih baik, penerimaan peristiwa
yang penuh tekanan telah terjadi dan nyata, Mengarahkan dan melepaskan
emosi, tidur.
Banyak cara sederhana yang dapat kalian lakukan
dengan memulai dari menyalurkan emosi stress melalui hobi kalian
(bermain basket, taekwondo, renang, dan lainnya), meditasi, yoga,
jalan-jalan rekreasi dengan keluarga atau teman, lebih mendekatkan diri
kepada Tuhan, mengunjungi museum, pergi ke toko buku, mendengarkan
musik, dan bermain game.
Nah, itu beberapa cara coping stress
yang bermanfaat untuk kalian, selain itu juga positif untuk dilakukan,
baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Karena tidak akan merugikan
lingkungan atau diri kalian sendiri.(bettermindindonesia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Boleh donk kasih komentarnya ...
Terima kasih.