Kamis, Agustus 25, 2016

Strategi Mengatasi Stress Kerja

By: Lailatus Sifa

Dalam lingkungan kerja, terdapat stress atau yang dikenal dengan ketegangan yang dialami oleh individu yang dapat menggangu kualitas kerja, fokus atau konsentrasi kerja dalam melakukan suatu pekerjaan. Munculnya ketegangan tersebut pada dasarnya dipengaruhi oleh tiga factor, yakni faktor lingkungan, faktor organisasi, dan faktor individu.

Pertama, faktor lingkungan yang biasanya terjadi pada para karyawan ialah kemajuan teknologi. Kenapa kemajuan teknologi bias menjadi pemicu stress? Yap, contohnya untuk karyawan hotel yang harus menggunakan alat-alat canggih dengan teknologi yang super modern. Nah, kondisi seperti ini dapat memicu stress. Karena karyawan harus mempelajari dari awal dan menyesuaikan diri dengan itu.

Kedua, faktor organisasi yang selalu terjadi dan tidak bisa dihindari ialah tuntutan tugas. Ketika seseorang dituntut untuk menyelesaikan tuganya secara baik dan benar, nah didalam situasi itulah stress datang.

Ketiga, faktor individu. Biasanya ini masalah rumah yang dibawa ketempat kerja. Entah itu masalah ekonomi atau masalah keluarga lainnya yang terbawa ketempat kerja dan menghambat kerja kalian para karyawan.

Dalam mengatasi stress dalam kerja tersebut, sebenarnya banyak cara. Kalian sebagai seorang karyawan bisa mengatasi masalah tersebut atau yang sering disebut sebagai coping stress.
      
Coping atau kemampuan mengatasi masalah ialah proses yang digunakan oleh seseorang untuk menangani tuntutan yang menimbulkan stres. Banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan stress. Ya contohnya untuk di beberapa Negara bagian barat dan asia, para eksekutif, pedagang, sekretaris dan ibu rumah tangga berdatangan mengikuti pusat kesegaran jasmani, latihan yoga, latihan meditasi, dan kelompok psikoterapi.

Namun, ada dua jenis coping yang biasanya dilakukan oleh seseorang. Yaitu : pertama coping yang dilakukan apabila menghadapi masalah atau stres yaitu strategi coping yang berfokus pada masalah dan yang kedua strategi coping yang berfokus pada emosi.

Strategi coping berfokus masalah merupakan proses seseorang untuk dapat memfokuskan pada masalah atau situasi spesifik yang telah terjadi, sambil mencoba menemukan cara untuk mengubahnya atau menghindarinya di kemudian hari. Menurut Lazarus dan Folkman, problem focused coping, digunakan untuk mengurangi stressor, contohnya kayak kalian mempelajari cara-cara baru atau kalian membuat suatu keterampilan baru.

Untuk strategi yang berfokus pada emosi biasanya seseorang berfokus menghilangkan emosi yang berhubungan dengan situasi stress, walaupun situasinya juga tidak akan dapat diubah. Contohnya seperti mengatur respon emosional terhadap stress atau biasanya kalau kalian mencari dukungan emosional dari teman, itu adalah salah satu contoh dari strategi berfokus pada emosi.

Bentuk-bentuk perilaku coping yang berfokus pada emosi ialah usaha individu untuk meningkatkan aktivitas keagamaan, pemahaman kembali secara positif atau melihat permasalahan dari segi yang lebih baik, penerimaan peristiwa yang penuh tekanan telah terjadi dan nyata, Mengarahkan dan melepaskan emosi, tidur.

Banyak cara sederhana yang dapat kalian lakukan dengan memulai dari menyalurkan emosi stress melalui hobi kalian (bermain basket, taekwondo, renang, dan lainnya), meditasi, yoga, jalan-jalan rekreasi dengan keluarga atau teman, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, mengunjungi museum, pergi ke toko buku, mendengarkan musik, dan bermain game.

Nah, itu beberapa cara coping stress yang bermanfaat untuk kalian, selain itu juga positif untuk dilakukan, baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Karena tidak akan merugikan lingkungan atau diri kalian sendiri.(bettermindindonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Boleh donk kasih komentarnya ...

Terima kasih.