Tetapi, jika anggota tim terampil berkomunikasi, bisa menyelesaikan konflik dan memiliki motivasi yang kuat, maka tim tersebut akan tampil menjadi tim yang unggul. Akan muncul energi positif dalam tim dan buah dari tim yang efektif pun akan dapat diperoleh.
KUNCI MENUJU KERJASAMA TIM YANG EFEKTIF
Setiap tim dalam usahanya mencapai tujuannya harus bekerjasama secara efektif dan efisien. Ketiadaan kerjasama tim akan menimbulkan hambatan bagi tercapainya tujuan, apalagi ditambah dengan sikap anggota tim yang berbeda, ketiadaan komunikasi serta kurangnya motivasi akan semakin menghambat kinerja tim.
A. Komunikasi yang efektif
Komunikasi merupakan faktor kritis bagi keberhasilan tim. Jika anggota kelompok berkomunikasi dengan baik, maka kesempatan untuk berhasil lebih besar, demikian pula sebaliknya. Akan tetapi ternyata komunikasi yang baik cenderung sulit dilakukan.
Komunikasi akan menjadi efektif bila memenuhi empat syarat :
1. Adanya penerima pesan (receiver)
2. Adanya pemahaman dari penerima pesan
3. Penerima pesan mengingat pesan
4. Penerima pesan menanggapi pesan
B. Mendengarkan aktif
Dalam setiap tim, mendengarkan aktif sangatlah mutlak. Kebanyakan kita hanya memfokuskan pada tanggung jawab dan tindakan penyampaian pesan tapi melupakan tanggung jawab sebagai penerima pesan. Mendengarkan aktif akan membantu berkomunikasi dengan orang lain sehingga kita dapat mendengar dan memahami mereka.
- Respon non-verbal : menggoyangkan kaki sebagai ungkapan tidak sabar, tergesa-gesa atau tidak berminat ; dsb
- Parafrase : kalimat ”setahu saya....”, ”kalau menurut saya...” dsb menunjukkan bahwa kita mendengarkan pesan tersebut dengan penuh perhatian
- Memikirkan implikasi : Kalimat ”apakah itu berarti bahwa...”, ”apakah Anda mengatakan bahwa ...” dsb menunjukkan pemahaman dari pesan yang disampaikan
- Mengundang kontribusi : kalimat ”lalu bagaimana dengan ...”, ”bisa saya beri contohnya ? ..” dll menunjukkan minat untuk mengetahui lebih banyak tentang topik yang dibicarakan
- Memikirkan perasaan yang mendasari : Dengan menggunakan kalimat ”saya tahu hal itu membuat Anda sedih” misalnya akan membantu penerima berempati dengan penyampai pesan
C. Menyelesaikan Konflik
Dalam setiap tim, konflik pasti ada. Selalu timbul perbedaan. Tetapi konflik bisa melahirkan peluang untuk menciptakan solusi baru. Kuncinya adalah bagaimana anggota tim merespon konflik tersebut dengan baik.
Paling tidak ada enam langkah meneyelesaikan konflik :
Langkah 1 : Mengakui adanya konflik
- Menyangkal adanya konflik malah merupakan indikasi adanya konflik itu
Langkah 2 : Mengidentifikasi konflik
- Masalah inti
- Masalah emosional
Langkah 3 : Mendengar semua yang terlibat
Langkah 4 : Mengkaji bersama cara terbaik menyelesaikan konflik
Langkah 5 : Dapatkan kesepakatan dan tanggung jawab untuk mencapai solusi
Langkah 6 : Jadualkan sesi tindak lanjut untuk mengkaji resolusi
D. Menjaga motivasi
Motivasi adalah sebuah hal penting yang harus selalu dijaga. Motivasi merangsang anggota tim untuk bekerja maksimal dan mendorong tim untuk berusaha keras mencapai tujuannya.
Beberapa cara untuk memotivasi tim :
Rewards / imbalan : Bonus, komisi, piagam penghargaan, hadiah, dll
Status : Peningkatan golongan, jabatan baru, promosi, kantor / ruangan baru, dll
Tanggung jawab pekerjaan : Tugas tertentu yang prestisius, perluasan wewenang, pelatihan / training dll.
(Sumber : "Sukses Melalui Kerja Sama Tim"; Richard Y. Chang; 2001)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Boleh donk kasih komentarnya ...
Terima kasih.