Krisis Moneter telah menyerang Indonesia sejak tahun 1997. Setelah berlangsung hampir 12 tahun, sampai sekarang perekonomian nasional belum sepenuhnya pulih. Nilai rupiah yang belum stabil serta harga minyak mentah dunia yang fluktuatif menyebabkan banyak industri yang terancam tutup. Pengangguran menjadi ancaman yang menakutkan bagi mereka yang memiliki pekerjaan.
Bila sampai saat ini Anda yang masih memiliki pekerjaan, bersyukurlah karena artinya Anda masih mempunyai PENGHASILAN (INCOME) yang dapat digunakan untuk membiayai keperluan hidup sehari-hari. Penghasilan yang diperoleh karena kita bekerja menukarkan waktu & kemampuan kita dengan gaji, itulah yang disebut LINEAR INCOME. Atau bisa juga dikatakan bahwa Linear Income adalah income yang berbanding lurus dengan usaha yang dikeluarkan untuk memperoleh income tersebut.
Beberapa contoh linear income adalah gaji dari kantor dan upah buruh. Karyawan kantor dibayar berdasarkan presensi, sedangkan buruh dibayar berdasarkan jumlah produksi. Misalnya, buruh di pabrik sepatu dibayar berdasarkan berapa pasang (unit) sepatu yang berhasil diproduksi oleh buruh tersebut.
Lawan dari LINEAR INCOMEadalah RESIDUAL INCOME, yakni income yang diperoleh dan tetap berlanjut walaupun usaha awal untuk mendapatkan income tersebut telah selesai dilakukan.
Beberapa contoh residual income adalah biaya sewa dari apartemen, ataupun royalty dari penjualan buku/album/film. Biaya sewa apartemen diperoleh walaupun usaha membangun apartemen telah selesai dilakukan, dan pemilik apartemen memperoleh sewa bulanan dari penyewa apartemen. Royalty dari penjualan buku/album/film tetap diperoleh oleh penulis/artis/aktor walaupun proses produksi telah selesai dilakukan.
Salah satu contoh Residual Income yang saat ini sedang diminati adalah Network Marketing. Kenapa Network Marketing?
Network Marketing & Sejarah Singkat Proses Distribusi
Sepanjang sejarah, manusia telah mencoba untuk melawan perubahan yang sudah waktunya terjadi. Hal ini terjadi hampir di segala bidang, mulai dari bidang kesenian, ilmu pengetahuan, pengobatan, maupun di dunia bisnis.
Ide-ide baru dan revolusioner cenderung ditolak dan ditentang pada awalnya. Seringkali, semakin drastis ide-ide tersebut, usaha-usaha penolakan terhadap ide baru tersebut juga menjadi semakin keras.
Banyak sekali ide-ide drastis yang pada awalnya ditolak tetapi akhirnya diterima menjadi sesuatu yang normal dan lumrah. Copernicus dipenjara karena mengatakan bahwa Bumi bentuknya bulat, Colombus dicemooh ketika berlayar mencari benua baru, Louis Pasteur juga ditertawai, Edison dan Einstein juga pernah dicomooh akibat ide-ide mereka yang revolusioner.
Industri network marketing juga adalah salah satu ide yang telah mencapai momentum dan akan terus berkembang. Walaupun masih banyak orang-orang yang menentang dan belum bisa menerima, industri network marketing akan terus berkembang karena melalui network marketing, proses distribusi yang paling ekonomis dan efisien akan dapat tercapai.
Pada awal abad ke-19, perekonomian Amerika telah mulai berkembang sehingga jalur distribusi untuk produk-produk kebutuhan hidup manusia juga harus dikembangkan. Pada saat itu, orang-orang Amerika berpendapat bahwa jalur distribusi yang baik adalah melalui toko-toko dan kedai-kedai kecil yang dimiliki oleh suami istri. Oleh karena itu, lahir toko roti, toko daging, toko perkakas, toko besi dan juga toko-toko lainnya yang menjual produk-produk tertentu secara khusus.
Kemudian, seorang bernama W.T. Grant berpendapat bahwa, alangkah baiknya jika toko-toko yang menjual produk-produk yang berbeda tersebut dapat digabungkan di satu lokasi. Dengan demikian, konsumen akan memiliki banyak pilihan dan kegiatan belanja juga akan dipermudah karena konsumen tidak perlu lagi mendatangi toko-toko yang berjauhan satu sama lainya untuk melakukan aktivitas belanja mereka.
Penggabungan toko-toko yang berbeda di satu lokasi melahirkan konsep Department Store. Konsep Department Store ini begitu sukses hingga mengakibatkan toko-toko dan kedai-kedai konvensional gulung tikar. Namun pemilik-pemilik toko-toko konvensional tidak tinggal diam. Mereka melobi pemerintah hingga akhirnya department store dinyatakan melanggar hukum dan illegal. Bayangkan saja, department store dinyatakan sebagai usaha yang melanggar hukum. Kalau dipikirkan, tidak masuk akal bukan??
Namun demikian, sebuah ide yang telah memiliki momentum tidak akan dapat dibendung. Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, department store milik Grant akhir kembali diperbolehkan beroperasi dan dinyatakan tidak melanggar hukum lagi oleh pemerintah.
Konsep deparment store akhirnya dikembangkan lebih lanjut hingga melahirkan konsep Shopping Mall.
Saat ini, konsep shopping mall sendiri adalah sebuah konsep yang hampir redup. Walaupun banyak shopping mall yang menjamur, omzet penjualan di mall-mall merosot secara perlahan-lahan, dan pengelola mall semakin sulit untuk menarik pengunjung yang berbelanja. Orang-orang masih mengunjungi mall, akan tetapi yang berbelanja semakin sedikit. Franchising (waralaba) juga merupakan sebuah konsep distribusi yang ditentang pada tahap-tahap awal. Konsep franchising sendiri diciptakan sekitar 35 tahun yang lalu. Pada tahap awal perkembangannya, konsep franchising juga ditentang habis-habisan karena dianggap merupakan penipuan. Bahkan tidak sedikit pihak yang menganggap konsep franchising (waralaba) adalah sebuah konsep yang illegal.
Akan tetapi, sebuah ide yang telah mencapai momentum tidak akan bisa dibendung. Saat ini, jaringan distribusi franchise (waralaba) memberikan kontribusi sebesar 34% dari penjualan setiap produk dan jasa di Amerika Serikat.
Apakah masih ada konsep distribusi yang telah mencapai momentum dan tidak terbendung lagi perkembangannya? Tentu saja ada. Konsep tersebut adalah Network Marketing.
Saat ini, mungkin konsep network marketing juga ditertawakan, dikritik, ditentang dan dicemooh oleh banyak orang dan banyak pihak. Hal ini persis seperti yang terjadi pada awal konsep department store, shopping mall, dan franchising diperkenalkan. Akan tetapi, industri network marketing juga telah mencapai momentum dan tidak akan bisa dibendung. Lihat saja perkembangan Amway, pelopor industri network marketing di dunia, maupun CNI, perusahaan network marketing nasional terbesar di Indonesia.
Amway telah banyak melahirkan miliarder-miliarder baru di seluruh dunia, dan juga banyak distributor-distributor CNI yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya dan menjadi jutawan dengan mengembangkan bisnis network-marketing mereka masing-masing.
Saya yakin, konsep network marketing akan melampaui kesuksesan department store, shopping mall, dan juga konsep franchising (waralaba). Kemungkinan besar, network marketing akan dapat merubah cara kita melakukan jual beli produk dan jasa secara revolusioner.
Mengapa saya begitu yakin? Lihat saja sekeliling Anda, semuanya sedang berlangsung bahkan di lingkungan sekeliling Anda.
Pertanyaan saya : “Siapkah Anda bergabung?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Boleh donk kasih komentarnya ...
Terima kasih.